Musim Rasa
Synopsis
Hidup, cinta, dan kehilangan selalu hadir dalam putaran musim yang tak pernah berhenti. Ada saat ketika hati gugur—rapuh, patah, dan hancur oleh kehilangan. Ada waktu ketika jiwa perlahan tumbuh—menyembuhkan luka, belajar merelakan, dan kembali menemukan cahaya. Dan pada akhirnya, ada ruang untuk hening—ketika hati memilih menunggu, merenung, dan berdialog dengan kesunyian.
Musim Rasa adalah kumpulan puisi yang menyingkap perjalanan batin seorang jiwa: dari retaknya hati, proses penyembuhan, hingga perenungan yang penuh doa. Setiap larik menjadi saksi perjalanan cinta, luka, dan penantian, yang dibalut dengan simbol-simbol alam seperti gugurnya daun, tumbuhnya tunas, dan tetesan embun di keheningan senja.
Untuk siapa saja yang pernah patah, yang sedang belajar bangkit, atau yang masih setia menunggu—Musim Rasa adalah cermin kecil untuk menemukan diri sendiri di tengah perjalanan panjang bernama kehidupan.











